Food Processing Conveyor

Apakah Anda Mencari Conveyor food untuk processing line yang berstandar Food Grade?. Conveyor Food grade Conveyor yang anda butuhkan,  itu harus diandalkan mencakup :

  • sanitasi
  • operasional
  • downtime sesedikit mungkin
  • memenuhi standar Food grade
  • memenuhi standar HACCP
  • harga competitive

yang ada tidak dapat memenuhi semua yang ada dari syarat diatas

Ketika itu terjadi produksi terhambat atau bermasalah dan stop produksi karena kesalahan design atau dari 4 hal diatas tidak terpenihi semuanya. Intinya adalah sederhana – Anda kehilangan uang.

Bisa Conveyor food grade benar-benar …

  • Meningkatkan produktivitas Anda?
  • Mengurangi waktu pembersihan dan sumber daya?
  • Penurunan perputaran karyawan?
  • Pada akhirnya membuat Anda lebih menguntungkan?

Jika Anda diberitahu bahwa jawaban untuk semua pertanyaan ini adalah ya, hanya Arintha system yang dapat membantu anda menawarkan solusi untuk hal tersebut diatas

Arintha system dapat menjadisolusi anda dalam membantu industry yang bergerak dibidang food processing (pengolahan makanan dan minuman), Design kami, disesuaikan dengan syarat dan kodisi untuk food processing di ruangan produksi. Proses Otomatisasi menjadi solusi untuk effesiensi produk yaitu dari bahan baku masuk pabrik sampai dengan keluar dari gudang penyimpanan,  proses ini sangatlah penting karena menyangkut besar dan kecilnya harga Pokok produksi dari produk anda karena kami focus pada effektivitas produktivitas Anda,

  • Design yang inovatif dan update design masa kini untuk menunjang performance conveyor
  • Dirancang untuk dapat dilakukan  sanitasi dengan cepat dan efektif.
  • Line conveyor dapat dilengkap dengan meja kerja, disesuaikan dengan kebutuhan
  • Conveyor dapat berupa straight (Lurus) dan Curve (radius)
  • Untuk menjaga dan meningkatkan tingkat ke hygenisan dari produk, modular belt dan wire mesh menjadi solusi conveyor anda.

Banyak berbagai system yang dikembangkan Arintha, yaitu dari mulai Cleaning, washing, design conveyor yang dsesuaikan dengan aplikasi dari tiap-tiap product, sortir, drying, cooling,

 

Shrimp Processing Equipment

Shrimp Processing / Proses Pengolahan Udang

 

Shrimp Processing atau proses pengolahan udang pada dunia industri banyak membutuhkan berbabagai sarana peralatan penunjang produksi antara lainnya conveyor. Dimana conveyor standard food grade mutlak diperlukan untuk menjaga kebersihan dari produk.

Udang dari Tambak Sendiri

Jika memiliki tambak sendiri peralatan yang diperlukan adalah Pompa dengan peralatan lainnya untuk memanen udang. Dengan menggunakan pompa dinilai sangat ekonomis dari segi biaya tenaga kerja untuk panen dan juga waktu panen dalam setiap tambaknya.
Sort-rite Pompa panen udang digerekan oleha listrik (genset pada tambak)
Bahan pmpa dari serat kaca dengan khusus pada imoeller dengan menggunakan bahan aluminium. Pompa ini dapat bekerja pada beban maksimal.

Unit untuk dilengkapi dengan 2 (dua) buah ppmpa, dimana yang satu untuk pompa utama dan yang satu lagi untuk pompa operasional. Pompa dalam keadaan vertical maksimum 5 meter dapat mendistribusikan (udang dan air). Daya listrik bekerja pada voltage 380/415 volt, 3 phase , 50 hz. Unit Termasuk selang distribusi diameter 6” sepanjang 15 meter dengan asesoriesnya

Dewatering unit-Penyiraman UNIT – Dibuat dari bahan stainless steel-304. Dibuat dari bahan bulat untuk memudahkan udang meluncur sepanjang 15 meter. Termasuk klem dan asesories lainnya.

Wash/chill tank Unit dibuat dengan konstruksi heavy duty dengan double axel. Sehingga hasil panen dapat mobile lebih leluasa. Dilengkapi lampu untuk operasional malam hari.

 

 

Beberapa varian kapasitas dapat menghubungi kami di 08118878866 atau 08127980513

 

Ice flake, biasa disediakan didekat tambak, guna ice flake ini agar udang yang dipanen dan dikirim ke pabrik masih terjaga dalam kondisi fresh.

Screw conveyor, digunakan mendistribusikan ice flake ke blong / container-container yang akan diisi oleh ice flake tsb.
Wash tank Receiver (Bak Pencuci penerimaan)

Diperlukan guna mencuci udang setelah diterima dari tambak/pihak lain.

Wash tank receiver menggunakan belt dari Polypropylene yang dilengkapi dengan flight sayap dengan tinggi 50 mm, agar udang lebih mudah terangkut setelah pencucian.

Bak juga dilengkapi dengan pompa sirkulasi dan overflow serta lubang pembuangan pada sisi kanan dan kirinya. Agar sanitasi dengan mudah dilakukan. Power 380V, 3 phase, 50hZ

 

Vibrating mesin dan sortir

Pada tambak biasa ada semacam kerang-kerang kecil, batu kecil dan lainnya. Agar benda-benda ini tidak sampai pada proses selanjutnya maka dibutuhkan mesin vibrating dan juga space area untuk orang sortir. Bilamana mendapati benda-benda tersebut.

 

Timbangan

Alat timbangan diperlukan untuk menimbang secara manual, setelah proses sortir, sehingga dapat diketahui hasil panen secara aktual

 

Bak Penampung

Bak diperlukan untuk tempat tampungan udang pada saat ditimbang. Biasanya bak menggunakan bahan plastic

 

Grader Machine (mesin grader / sortir ukuran).

Mesin ini dibuat dari bahan stainless steel dengan berbagai macam kapasitas, disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Feeder Tank (tangka penghubung).

Dibuat dari bahan stainless steel 304, dengan easy clean design pada frame conveyornya. Menggunakan Polypropylene yang dilengkapi dengan flight sayap dengan tinggi 50 mm, agar udang lebih mudah terangkut setelah pencucian.  Power 380V, 3 phase, 50hZ

 

De-heading Conveyor (conveyor potong kepala)

Rangka Conveyor potong kepala menggunakan bahan stainless steel 304. Di Design dengan standard easy clean. Design conveyor custom disesuaikan dengan motode pengupahan pekerja. Yaitu head On atau Head Less.

Conveyor ini dilengkapi dengan distribusi pipa air dari bahan stainless steel 304. Produk buangan sampah kepala ada dibawah diarahkan kembali ke belakang dengan menggunakan belt conveyor, dimana ujungnya akan di teruskan oleh konveyor shrimp head. Atau konyeyor kepala udang. Konveyor ini dilengkapi dengan saluran pembuangan kepala udang. Power 380V, 3 phase, 50hZ

Konveyor ini terdiri dari 3 (tiga) line, dimana ada produk datang yang di transfer dari feeder tank. Line produk jadi (setelah dipotong kepala udangnya). Dan line sampah.

 

instalasi conveyor Potong kepala udang di site

instalasi conveyor Potong kepala udang di site

Shrimp Head Conveyor (conveyor kepala kepala)

Konveyor ini mengakomodir sampah kepala udang dari tiap-tiap konveyor kepala udang.  Konveyor ini menggunakan belt conveyor yang dilengkapi dengan sekat (guide) agar produk kepala udang tidak jatuh ke kiri dan ke kanan. Power 380V, 3 phase, 50hZ

 

Peeling conveyor (Konveyor kupas Kulit).

Menggunakan rangka frame dari bahan stainless steel 304. Conveyor di design dengan mengakomodir easy clean. Konveyor dilengkapi dengan saluran pembuangan untuk sampah kulit. Power 380V, 3 phase, 50hZ

Prinsip kerja Konveyor ini ada produk datang yang akan diproses, kemudian produk jadi (produk yang telah dikupas kulitnya) dan tempat pembuangan sampah. Ada beberapa design konveyor kupas kulit yang kami buat, tentunya disesuaikan dengan diskusi terlebih dahulu dengan pihak engineering kami.

 

Aranging conveyor, conveyor ini digunakan pekerja untuk menysusun dang dalam longpan / tray stainless steel yang kemudian untuk dilakukan proses pembekuan lewat contact plate.

Cooker convyor, mesin ini digunakan untuk memasak udang, media pemasakan biasanya menggunakan steam. (jadi udang di steam).

 

Contac Plat Freezzer

 

IQF, dapat berupa staight conveyor maupun dengan spiral conveyor. pada proses ini udang di bekukan.

 

Vibrator Glasing, mesin ini dgunakan untuk membuka lapisan es pada udang dengan cara disemprotkan air.

 

Counter Flow conveyor. conveyor ini digunakan untuk membuka lapisan es pada udang.

 

Mesin Soaking, mesin ni digunakan untuk mengaduk udang dengan bahan tertentu, ntuk meningkatkan berat udang.

 

Staighing conveyor, digunakan untuk meluruskan bentuk tubuh udang.

selain mesin-mesin dan conveyo diatas masih banyak sekali custom fabrikasi yang dapat kami supplai untuk anda antara lainnya, tray stainless steel, bak-bak stainless steel, meja kerja stainless steel, meja packing stainless steel, dan lain sebagainya.

 

Palet Tiris

Dibuat dari bahan stainless steel 304, berguna untuk meniriskan udang yang ada di dalam bak, baik sebelum atau sesudah ditimbang.

 

Bin Dumper

Digunakan untuk menuangkan udang dari bak ke dalam bak washing tank (bak pencucian)

 

Chicken Processing Equipment

Chicken Processing atau proses pengolahan ayam pada dunia industri banyak membutuhkan berbabagai sarana peralatan penunjang produksi antara lainnya conveyor. Dimana conveyor standard food grade mutlak diperlukan untuk menjaga kebersihan dari produk.

pada Industri pengolahan ayam, khususnya yang dibuat nuget dan ayam potongan, banyak membutuhkan conveyor overhead, yatu conveyor gantung, atau untuk mengantung ayam, baik dari awal proses datang dari truck, yang masih dalam keranjang plastic, terus dimasukan dalam hanger conveyor tersebut untuk digantung, sehingga melewati pemotongan otomatis, terus pencabutan bulu, dan sebagainya. Untuk ayam potngan frozen juga dibutuhkan conveyor dengan dilengkapi meja kerja untuk proses penyortiran dan penyusunan dalam kemasan.

Untuk proses pembuatan nuget dan olahan lainnya, banyak dibutuhkan beberapa equipment lainnya selain conveyor. seperti meja kerja, meja packing, yang semuanya terdiri dari bahan stainless steel, dimana pemilihan bahan stainless steel ini untuk menjaga kehygenisan dari produk.

beberapa peralatan yang dibutuhkan dalam chicken processing equipment antara lain :

Fish Processing Equipment

Fish processing atau proses pengolahan ikan pada dunia industri banyak membutuhkan berbabagai sarana peralatan penunjang produksi antara lainnya conveyor. Dimana conveyor standard food mutlak diperlukan untuk menjaga kebersihan dari produk yang diolah. kami dapat membantu anda membuat berbagai kebutuhan peralatan untuk pengolahan ikan, yang tentunya terbuat dari bahan stainless steel yang sangat hygenis dan disyaratkano leh FDA.

Berikut beberapa foto conveyor untuk proses pengolahan ikan yang sedang kami pabrikasi.

 

 

Conveyor Filleting PT. Anugrah Rimba Artha sesuai dengan perkembangan di design dengan mengacu pada easy clean, easy sanitation.

Dengan memperhitungkan tingkat ergonomispekerja  dan persyaratan higienis. Conveyor ini dapat juga difungsikan juga sebagai conveyor cutting/pemotongan.  Pelaksanaan ruang kerja adalah variabel dengan memindahkan tempat kerja, Anda dapat menambahkan peralatan lainnya pada conveyor tersebut. Selama pembersihan Anda dapat mencapai setiap tempat begitu mudah dan cepat, Motor penggerak menggunakan Hypoid transmission yg lebih baik dibanding model worm transmission.
Kami dapat melayani lebih banyak pelanggan dengan konsep ini dan juga untuk menempatkan kebutuhan mereka dalam desain mereka. Spesifikasi lebih lanjut adalah

Panjang                : disesuaikan dengan kapasitas produksi dan ruangan yang tersedia

Lebar conveyor belt bervariasi antara 400-600 disesuaikan jenis ikan

Belt : dapat menggunakan polyurethane maupun polypropelene

Kecepatan conveyor bisa disesuaikan (dengan kapasitas produksi)

Meja proses dapat di bongkar pasang dengan mudah, dengan menggunakan material yang tahan terhadap goresan pisau.

Supply air dengan menggunakan faucet stainless steel, sehingga denngan mudah dapat diatur besar kecilnya kebutuhan air.

Power (disesuaikan dengan panjang conveyor dan kecepatannya) 380V, 3 phase, 50Hz

 

Meat Processing Equipment

Meat Processing atau proses pengolahan daging pada dunia industri banyak membutuhkan berbabagai sarana peralatan penunjang produksi antara lainnya conveyor. Dimana conveyor standard food mutlak diperlukan untuk menjaga kebersihan dari produk.

Disamping conveyor kita juga bisa mensuplai beberapa peralatan stainless steel custom made, misalnya meja kerja,  meat car atau euro cntainer,  rack dan sebagainya disesuaikan kebutuhan anda.

Canning Processing Equipment

Canning merupakan metode yang penting aman untuk melestarikan makanan jika dipraktekkan dengan benar. Proses pengalengan melibatkan menempatkan makanan dalam stoples atau kemasan semacam itu dan pemanasan mereka ke suhu yang menghancurkan mikro-organisme yang menyebabkan makanan untuk memanjakan. Selama proses pemanasan udara didorong keluar dari tabung dan karena cools segel vakum terbentuk. Ini segel vakum mencegah udara dari kembali ke dalam produk membawa dengan itu mencemari mikro-organisme.

Metode Aman Canning

Ada dua cara yang aman dari pengolahan makanan, metode air mendidih mandi dan metode tekanan pabrik pengalengan:

Metode air mendidih mandi aman untuk tomat, buah-buahan, selai, jeli, acar dan manisan lainnya. Dalam metode ini, botol makanan dipanaskan benar-benar tertutup dengan air mendidih (212 ° F pada permukaan laut) dan dimasak untuk jumlah waktu tertentu
Pengalengan tekanan adalah satu-satunya metode yang aman dari sayuran melestarikan, daging, unggas dan makanan laut. Botol makanan ditempatkan dalam 2 sampai 3 inci air dalam pressure cooker khusus yang dipanaskan sampai suhu setidaknya 240 ° F. Suhu ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan metode tekanan. Sebuah mikroorganisme disebut Clostridium botulinum adalah alasan utama mengapa pengolahan tekanan yang diperlukan. Meskipun sel-sel bakteri yang tewas pada suhu mendidih, mereka dapat membentuk spora yang dapat menahan suhu ini. Spora tumbuh baik di makanan asam rendah, dalam ketiadaan udara, seperti di kaleng makanan asam rendah seperti daging dan sayuran. Ketika spora mulai tumbuh, mereka menghasilkan racun botulinum mematikan (racun).

Satu-satunya cara untuk menghancurkan spora adalah dengan tekanan memasak makanan pada suhu 240 ° F, atau di atas, untuk jumlah waktu tertentu tergantung pada jenis makanan dan ketinggian. Makanan yang rendah asam memiliki pH lebih dari 4,6 dan karena bahaya botulisme, mereka harus siap dalam tekanan pabrik pengalengan.

Makanan yang bersifat asam rendah meliputi:

  • daging
  • hidangan laut
  • daging unggas
  • produk susu
  • semua sayuran

Makanan asam yang tinggi memiliki pH 4,6 atau kurang dan mengandung asam cukup sehingga spora Clostridium botulinum tidak dapat tumbuh dan menghasilkan toksin mematikan mereka. Makanan asam tinggi dapat dengan aman kaleng dengan menggunakan metode air mandi mendidih.

Chocolate Processing Equipment

Chocolate Processing atau proses pembuatan coklat pada dunia industri banyak membutuhkan berbabagai sarana peralatan penunjang produksi antara lainnya conveyor. Dimana conveyor standard food mutlak diperlukan untuk menjaga kebersihan dari produk.

Pembuatan coklat dimulai dari buah cacao yang bentuk dan besarnya seperti buah pepaya bangkok. Setelah buah matang, dibelah, dan bijinya dikeluarkan. 1 buah cacao kira-kira memiliki 40-50 biji cacao yang bentuk dan besarnya seperti biji nangka. Biji cacao itu dijemur selama 5-7 hari sampai kering, kemudian dikirim ke pabrik pemrosesan coklat. Di pabrik, biji cacao diroasting selama beberapa jam. Cara, temperatur dan lamanya memanggang mempengaruhi aroma coklatnya. Tiap pabrik punya cara baku tersendiri. Setelah itu biji cacao dipecahkan kulit arinya sehingga tinggal bagian dalamnya, yang disebut cocoa nibs. Proses selanjutnya, cocoa nibs itu digiling dengan mesin penggiling sehingga menjadi seperti pasta, yang disebut cocoa liquor. Cocoa liquor diproses lagi menjadi cocoa powder atau eating chocolate (coklat siap makan) melalui satu rangkaian proses yang rumit. Proses ini yang akan menentukan kualitas akhir coklat tersebut.

Pembuatan coklat pada dasarnya akan menghasilkan 2 macam eating chocolate, yaitu Chocolate Couverture yg beraroma coklat yang kuat, memiliki titik leleh yang rendah, sehingga dia akan cepat lumer di dalam mulut atau di ruangan yang hangat, dan Chocolate Compound yang memiliki aroma coklat yang kurang kuat karena kandungan coklatnya yang lebih rendah dan didalamnya ditambahkan vegetable fat (sejenis minyak sayur) dengan tujuan membuatnya lebih tahan terhadap hawa panas, sehingga lebih mudah dibentuk, mudah dalam penyimpanan dan transportasi, karena tidak mudah lumer.

Mengenal Proses Pembuatan Coklat

oleh ELVIRA SYAMSIR.

Staf Pengajar Dept. Ilmu & Teknologi Pangan, Fateta, Institut Pertanian Bogor

Sadarkah anda, bahwa coklat merupakan pangan yang unik? Coba perhatikan, bentuknya yang padat pada suhu ruang akan segera leleh menjadi bentuk cairan lembut begitu masuk ke dalam mulut. Hal ini ternyata terkait dengan karakteristik lemak coklat (cocoa butter) yang berbentuk padat pada suhu dibawah 25C dan mencair pada suhu tubuh. Selain itu, coklat juga mempunyai rasa manis yang disukai oleh banyak orang.

DARI BIJI COKLAT

Coklat berasal dari biji buah coklat (cacao bean). Tanaman coklat (Theobroma cacao) dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu jenis Criollo, Forastero dan Trinitario. Criollo menghasilkan biji kakao dengan aroma yang sangat kuat tanpa rasa pahit, tetapi sensitif terhadap perubahan iklim dan serangan hama penyakit dengan jumlah produksi relatif rendah. Berbeda dengan criollo, forastero lebih tahan perubahan iklim dan serangan hama, jumlah produksinya relatif besar tetapi bijinya memiliki aroma yang lemah dengan rasa yang pahit. Biji kakao Indonesia sendiri sebagian besar masuk dalam jenis Trinitario yang merupakan hasil persilangan dari Criollo dan Forastero dengan sifat yang mirip dengan Criollo.

Buah kakao berbentuk bulat panjang (panjang sekitar 15 – 25 cm dan lebar 7 – 10 cm) dengan kulit yang relatif tebal (10 – 15 mm). Warnanya yang hijau pada saat masih muda berganti menjadi kuning, oranye, merah atau ungu ketika masak, walaupun pada beberapa varietas warnanya tetap hijau ketika buah masak. Pulp atau daging buah menutupi 20 – 40 buah biji kakao. Pada buah yang masak, pulp memiliki konsistensi lunak dan berlendir dengan rasa yang manis dan warna putih seperti susu. Biji kakao sendiri berbentuk oval pipih. Panjang biji sekitar 2 cm dengan lebar sekitar 1 cm dan berat ± 1 gram jika dikeringkan.

Tanaman coklat mulanya tumbuh liar di hutan hujan tropis Amerika. Adalah masyarakat kuno di Amerika Tengah dan Mexico, termasuk diantaranya bangsa Maya dan Aztec, yang menemukan rahasia keistimewaan biji kakao ini lebih dari 2000 tahun yang lalu. Pada masa itu, hancuran biji coklat disangrai dan dicampur dengan jagung dan berbagai rempah diantaranya paprika, vanilla atau kayu manis lalu ditambah air untuk menghasilkan minuman rempah coklat yang berbusa.

Memasuki akhir abad ke-15, coklat bertransformasi menjadi resep baru. Cortez yang memimpin ekspedisi ke Aztec, kembali ke Spanyol dengan membawa biji kakao sekaligus dengan resep pembuatan minumannya. Di Eropa, minuman ini menjadi populer setelah formula minuman diubah: rempah dihilangkan dan diganti dengan gula.

Jika awalnya coklat diperlakukan sebagai barang mewah, maka penemuan teknik pemisahan lemak coklat dan teknik pembuatan coklat bubuk pada awal abad ke-19 telah menyebabkan coklat berkembang sebagai komoditas pangan. Selanjutnya, inovasi produk coklat terus berkembang sejalan dengan makin berkembangnya pemahaman mengenai karakteristik coklat.

PEMBUATAN COKLAT

Proses pembuatan coklat melibatkan berbagai tahapan proses, seperti tampak pada Gambar 1. Untuk memperoleh coklat dengan hasil terbaik, buah kakao dipanen dalam kondisi masak sempurna. Buah dipotong dan ditumpuk dengan hati-hati, lalu dibelah dan diambil bijinya. Di tingkat petani, biji coklat difermentasi dan dikeringkan sebelum dikirim ke pabrik coklat untuk pengolahan lebih lanjut.

Persiapan Biji Coklat (Cocoa Bean)

Biji ditumpuk di lantai atau wadah (keranjang bambu, kotak kayu) dan difermentasi selama 2 – 8 hari. Secara periodik, dilakukan pengadukan biji agar oksigen yang dibutuhkan untuk proses fermentasi bisa masuk dan tersebar merata diseluruh tumpukan biji. Selama fermentasi, suhu biji naik menjadi 45 – 50°C yang mematikan biji (menghentikan germinasi) dan meningkatkan keasaman biji. Selain itu juga terjadi pembentukan warna dan flavor serta degradasi parsial komponen penyebab rasa pahit dan kelat. Pulp yang menempel pada biji coklat terdekomposisi secara enzimatis menjadi cairan yang larut air. Fermentasi dikatakan sempurna jika warna biji kakao berubah dari warna terang menjadi coklat gelap yang homogen dan biji mudah dipisah dari kulit bijinya.

Setelah fermentasi selesai, biji dikeringkan hingga kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara penjemuran atau menggunakan oven pengering (55 – 66C). Di beberapa negara, termasuk Indonesia, dilakukan pencucian biji sebelum dikeringkan. Walaupun akan memperbaiki penampakan biji, tetapi pencucian yang berlebihan beresiko untuk meningkatkan kerapuhan biji.

Biji kakao kering dibagi dalam beberapa kelas mutu, seperti tampak pada Tabel 1. Mutu terbaik adalah biji yang masuk dalam kategori kelas mutu A.

 

Pembuatan Pasta Coklat (Cocoa Liquor)

Pembuatan pasta coklat melibatkan tahapan proses pembersihan biji, pemisahan kulit dan penyangraian. Pembersihan ditujukan untuk mengeluarkan pengotor yang mungkin terbawa, seperti pasir, batu, partikel-partikel tanaman dan sebagainya. Keberadaan pengotor ini tidak diinginkan. Jika pengotor yang keras hanya potensial untuk merusak peralatan proses, maka pengotor organik juga bisa merusak flavor coklat selama proses penyangraian.

Proses penyangraian biji coklat dilakukan pada suhu maksimal 150oC, selama 10 – 35 menit, tergantung dari tujuan akhir penggunaan biji. Biji yang akan diolah menjadi coklat (chocolate), membutuhkan proses sangrai yang lebih intensif dibandingkan dengan biji yang akan diolah untuk menjadi coklat bubuk (cocoa powder). Apapun metode penyangraian yang dipilih, proses tidak boleh menghanguskan kulit karena akan merusak flavor. Selama proses penyangraian, kadar air biji turun menjadi sekitar 2% dan terjadi pembentukan flavor coklat. Biji akan berwarna lebih gelap dengan tekstur yang lebih rapuh dan kulit menjadi lebih mudah dipisah dari daging biji (nib). Penyangraian juga akan mempermudah proses ekstraksi lemak. Selain itu, panas selama penyangraian juga berperan untuk membunuh kontaminan yang mungkin terikut dari tahapan sebelumnya.

Biji yang telah disangrai secepatnya didinginkan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Biji selanjutnya dihancurkan dan dipisahkan dari kulit ari dan lembaganya dengan menggunakan teknik hembusan udara (menampi secara mekanis). Keberadaan kulit ari dan lembaga tidak diinginkan karena akan merusak flavor dan karakteristik produk olahan coklat.

Setelah penyangraian, biji coklat (nib) mengalami proses penggilingan (pelumatan). Proses ini dilakukan secara bertingkat sebanyak 2 – 3 tahap untuk memperoleh pasta coklat (cocoa liquor atau cocoa mass) dengan tingkat kehalusan tertentu.

Pada pembuatan pasta coklat, kadang juga dilakukan proses alkalisasi sebelum proses penggilingan. Tujuan proses alkalisasi adalah untuk melembutkan flavor dengan menetralkan sebagian asam-asam bebas, juga untuk memperbaiki warna, daya basah (wettability) dan dispersibilitas coklat bubuk (cocoa powder) sehingga mencegah pembentukan endapan dalam minuman coklat. Pada proses alkalisasi, nib sangrai direndam dalam larutan alkali encer (konsentrasi 2 – 2.5%) pada suhu 75 – 100oC lalu dinetralkan untuk selanjutnya dikeringkan sampai kadar air menjadi 2%, atau di adon (kneading). Proses ini menyebabkan penggembungan pati dan menghasilkan massa coklat dengan struktur sel berbentuk sponge dan porous.

Pembuatan Coklat Bubuk (Cocoa Powder) dan Lemak Coklat (Cocoa Butter)

Untuk memperoleh coklat bubuk, maka sebagian lemak coklat (cocoa butter) yang ada di dalam pasta coklat harus dikeluarkan. Proses pengeluaran lemak dilakukan dengan mengepress pasta menggunakan pengepress (hidraulik atau mekanis) pada tekanan 400 – 500 bar dan suhu 90 – 100oC.

Lemak coklat panas dilewatkan ke filter press untuk memisahkannya dari kotoran yang mungkin terbawa, untuk selanjutnya dicetak dan didinginkan. Lemak coklat ini digunakan oleh industri coklat.

Bungkil biji hasil dari pengepressan dihaluskan dengan menggunakan alat penghalus (breaker) dan diayak untuk memperoleh ukuran partikel bubuk yang seragam. Kadar lemak didalam coklat bubuk berkisar antara 10 – 22%. Bubuk coklat dengan kadar lemak yang lebih tinggi biasanya memiliki warna yang lebih gelap dan flavor yang lebih ringan. Coklat bubuk ini digunakan dalam berbagai produk pangan, misalnya untuk membuat minuman coklat, inggridient untuk cake, puding, ice cream dan sebagainya.

Coklat (chocolate) dibuat dengan menggunakan pasta coklat, yang ditambahkan dengan sukrosa, lemak coklat, dengan atau tanpa susu dan bahan-bahan lain (flavoring agent, kacang-kacangan, pasta kopi, dan sebagainya). Bahan-bahan ini dicampur dalam sebuah mixer atau paster, sehingga dihasilkan pasta coklat yang kental yang selanjutnya mengalami proses pelembutan (refining) dengan mesin tipe roll sampai diperoleh massa coklat dengan tekstur yang halus (ukuran partikel kurang dari 20 µm).

Massa coklat hasil dari refining berbentuk bubuk dan kering pada suhu ruang dengan flavor yang asam. Untuk memperbaiki konsistensi tekstur dan flavornya, maka massa coklat kadang-kadang diperam selama 24 jam pada suhu hangat (45 – 50C) sebelum masuk ketahapan proses penghalusan (conching). Proses pemeraman ini dikenal dengan sistem dutch, kadang dilakukan untuk membuat coklat bubuk.

Proses penghalusan (conching) adalah proses pencampuran untuk menghasilkan coklat dengan flavor yang baik dan tekstur yang halus. Biasanya dilakukan dua tahap, proses dilakukan pada suhu 80C selama 24 – 96 jam. Adonan coklat dihaluskan terus-menerus dan lesitin ditambahkan pada akhir conching untuk mengurangi kekentalan coklat. Pada tahapan ini, air dan senyawa pengganggu flavor menguap, lemak kakao akan menyelimuti partikel coklat, gula dan susu secara sempurna sehingga memberikan sensasi tekstur yang halus.

Lemak coklat memiliki beberapa bentuk polimorfik dan proses pendinginan yang dilakukan akan sangat mempengaruhi bentuk kristalnya. Jika pemadatan (kristalisasi) coklat cair dilakukan dengan proses pendinginan yang tidak terkontrol, akan dihasilkan coklat padat dengan tekstur yang bergranula dan spot-spot warna kelabu dipermukaan.

Tempering merupakan tahapan proses berikutnya, yang dilakukan untuk memperoleh coklat yang stabil, karena akan menghasilkan kristal-kristal lemak berukuran kecil dengan titik leleh yang tinggi. Adonan lemak cair didinginkan dari 50oC menjadi 18oC dalam waktu 10 menit dengan pengadukan konstan. Adonan lalu didiamkan di suhu dingin selama sekitar 10 menit untuk membentuk lemak coklat dengan kristal tipe yang bersifat stabil. Suhu selanjutnya dinaikkan menjadi 29 – 31oC, dalam waktu 5 menit. Proses ini bisa bervariasi, tergantung komposisi bahan yang digunakan.

Sebelum pencetakan, suhu coklat cair dijaga pada 30 – 32C untuk dibawa ke wadah-wadah pencetakan. Selanjutnya, dilakukan pendinginan lambat untuk memadatkan coklat dan coklat dikeluarkan dari cetakan setelah suhu mencapai 10oC. proses pendinginan terkontrol akan menghasilkan coklat padat dengan kristal lemak yang halus dan struktur yang stabil terhadap panas, terlihat dari sifat lelehnya yang baik dan permukaan yang mengkilap.

JENIS-JENIS COKLAT

Jenis coklat yang dihasilkan sangat bervariasi, tergantung pada berapa banyak pasta dan lemak coklat yang digunakan serta apa saja inggridien lain yang ditambahkan. Perbedaan formulasi bahan yang digunakan ini menyebabkan perbedaan tidak hanya dalam flavor dan rasa, tetapi juga perbedaan perilakunya terhadap panas dan air sehingga menyebabkan perbedaan dalam pemanfaatannya.

  • Couverture

Jenis coklat terbaik, coklat ini sangat murni dengan persentase lemak kakao-nya yang tinggi sehingga menghasilkan flavor yang sangat baik. Biasanya digunakan untuk pembuatan produk coklat buatan tangan. Sebelum digunakan coklat jenis ini di-temper (dilelehkan) terlebih dahulu.

  • Plain atau baking chocolate

Coklat dengan rasa khas coklat (plain). Produk ini dibuat dari pasta coklat yang didinginkan dan dikeraskan, tanpa penambahan gula. Terutama digunakan sebagai inggridien atau sebagai garnish.

  • Semi-sweet dan sweet chocolate

Coklat ini memiliki rasa manis. Juga digunakan sebagai inggridien. Berbeda dengan coklat yang plain, semi-sweet chocolate memiliki ekstra lemak coklat dan mendapat tambahan gula. dalam resep is also used primarily in recipes. Sweet cooking chocolate sama dengan semi-sweet, hanya kandungan gulanya lebih banyak.

  • Milk chocolate

Coklat susu, dibuat dengan menggunakan pasta coklat dengan penambahan lemak coklat, gula, susu dan vanila. Merupakan jenis coklat yang paling populer, biasa dikonsumsi langsung (eating chocolate). Coklat jenis ini tidak cocok dijadikan inggridien kue. Selain kandungan cokelatnya relatif sedikit, cokelat ini mudah hangus bila dilelehkan.

  • Cocoa powder

Bubuk coklat, dibuat dari pasta coklat yang sebagian besar lemaknya telah dikeluarkan. Produk ini sangat mudah menyerap uap air dan bau dari produk lain sehingga harus dijaga di tempat kering, dingin dan tertutup rapat. Coklat bubuk dibedakan lagi menjadi coklat bubuk yang rendah lemak (sebagian besar lemaknya telah dihilangkan); coklat bubuk dengan kadar lemak sedang (kandungan lemak sekitar 10 – 22%) ; coklat bubuk untuk minuman atau sarapan (kadar lemak coklat diatas 22%, biasanya digunakan dalam pembuatan susu bubuk coklat); dan coklat bubuk yang diproses dengan teknik Dutch.

  • White chocolate

Coklat putih, merupakan campuran lemak coklat, gula, susu dan vanilla. Tidak mengandung massa (solid) coklat, flavor dihasilkan dari lemak coklat. Selain dikonsumsi langsung juga digunakan untuk dekorasi. Cokelat ini terbuat dari lemak cokelat, gula, dan vanili. Ia tak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, ada baiknya dimasak atau dilelehkan dengan hati-hati.

  • Produk coklat lain seperti berbagai jenis kembang gula coklat.

 

PENYIMPANAN PRODUK COKLAT

Semua produk coklat, mulai dari kakao (mentah) sampai produk olahannya disimpan ditempat dingin, kering dan dengan sirkulasi udara ruangan yang baik, terlindungi dari cahaya dan bahan-bahan berbau tajam. Suhu 10 – 12C dengan kelembaban 55 – 65% adalah kondisi ruang penyimpanan coklat yang ideal.

Coklat yang disimpan pada kondisi penyimpanan yang tidak tepat akan memiliki warna permukaan yang kusam keabuan. Pembentukan spot-spot gula (sugar bloom) disebabkan oleh penyimpanan coklat pada kelembaban tinggi (RH diatas 75%) atau karena terjadinya penumpukan uap air, yang menyebabkan partikel gula berukuran kecil yang ada di permukaan mencair dan kemudian membentuk kristal berukuran besar ketika terjadi proses evaporasi. Spot-spot lemak (fat bloom) terjadi pada kondisi suhu penyimpanan diatas 30C dan berfluktuasi mengakibatkan lemak mencair lalu mengkristal kembali dengan ukuran yang lebih besar. Fat bloom juga mungkin terjadi karena proses tempering dan pendinginan yang tidak tepat.

Candy Processing Equipment

Candy Processing atau proses pembuatan permen pada dunia industri banyak membutuhkan berbabagai sarana peralatan penunjang produksi antara lainnya conveyor. Dimana conveyor standard food mutlak diperlukan untuk menjaga kebersihan dari produk.

 

Permen jagung telah sangat populer di Amerika selama lebih dari satu abad. Jumlah ini kernel manis dikonsumsi dalam satu tahun sangat mengejutkan. Satu perusahaan saja permen memperkirakan memproduksi 4,3 miliar lembar setahun dan bahwa orang Amerika makan sekitar 20 juta lb (9,1 juta kg), atau sekitar 8,3 miliar kernel.

Permen jagung dianggap sebagai “creme mellow,” sebuah permen yang telah hampir tidak ada minyak atau lemak di dalamnya tapi memiliki rasa marshmallow. Hal ini juga dari berbagai permen yang dibuat menggunakan proses confectioners sebut sebagai pengecoran pati, dimana permen terbentuk dalam mesin menggunakan tepung maizena sebagai agen cetakan. Jenis tertentu dari permen dimasak harus ditetapkan untuk setidaknya sehari sebelum dapat dikemas untuk dijual.

 

Permen jagung telah sekitar selama lebih dari satu abad. Beberapa percaya bahwa itu buatan sendiri pada satu titik, tetapi yang lain berpikir bahwa mereka telah sebagian besar telah diproduksi secara massal sejak penemuan tersebut pada abad kesembilan belas.Tidak ada yang tahu pasti siapa yang menemukan ini potongan kecil. Namun, diyakini bahwa orang Amerika tahu dari permen pada 1880.

Pada pergantian abad, Candy Goelitz Perusahaan di Illinois, yang dijalankan oleh imigran Jerman, telah membuat jumlah yang signifikan konpeksi tersebut.

Pada awal abad kedua puluh, permen jagung menjadi single penjual perusahaan terbaik. Goelitz sekarang bukan produksi jagung permen tunggal di negeri ini, juga bukan yang terbesar. Tidak peduli siapa yang membuat permen jagung, proses tersebut sebagian besar tetap tidak berubah. Awalnya, permen bubur yang dimasak sebagai fondant dan menuangkan, dari ladle besar atau ember, menjadi terpisah berbentuk segitiga cetakan. Setiap warna dituangkan ke dalam cetakan secara terpisah. Kernel warna-warni yang dibiarkan kering sebelum kemasan. Sekarang, bagaimanapun, proses ini sepenuhnya mekanis.

Mayor perubahan terbaru telah menyertakan memperluas penggunaan permen jagung untuk waktu lain tahun. Dengan demikian, kernel permen mengambil kombinasi warna sesuai dengan waktu tahun mereka dijadwalkan untuk konsumsi-merah, pink, dan putih untuk Hari Valentine, dan hijau dan putih untuk Hari St Patrick, misalnya. Permen jagung hijau dan merah ini disebut sebagai jagung rusa dan menjadi suguhan Natal populer.
Bahan Baku

Permen bahan com berbeda dengan produsen. Namun, bahan yang paling penting untuk produksi permen jagung termasuk sirup jagung dan gula. Gelatin dan protein kedelai yang ditambahkan untuk menghasilkan permen perusahaan berbadan. Juga sering digunakan dalam produksi jagung permen garam, madu, rasa buatan dan warna, dan lapisan es manisan dari minyak dan lilin yang memberikan permen kemilau a. Tepung maizena, dasarnya adalah tepung jagung, merupakan bagian yang sangat penting dari proses molding sebagai permen yang disuntikkan atau disemprotkan ke dalam cetakan yang terbuat dari tepung jagung basah. Namun, tepung maizena hanyalah agen molding dan tidak menjadi bagian dari permen itu sendiri.

Sebuah mesin permen keputusan disebut deposito Mogul bubur dalam cetakan pati com. Setiap bagian berwarna com permen disimpan pada berbagai tahap satu, ujung putih, kemudian, garis oranye, dan akhirnya, garis kuning di ujung yang lebar.
Sebuah mesin permen keputusan disebut deposito Mogul bubur dalam cetakan pati com. Setiap bagian berwarna com permen disimpan pada berbagai tahap satu, ujung putih, kemudian, garis oranye, dan akhirnya, garis kuning di ujung yang lebar.

Proses Manufaktur

Permen jagung diproduksi menggunakan proses yang disebut oleh confectioners sebagai pengecoran pati. Dalam proses ini, bentuk permen atau permen pusat dibentuk dengan membuat tayangan dalam bubuk yang disebut tepung maizena. Pengisian masing-masing tayangan terpisah diisi dengan permen cair. Pati merupakan bahan yang efektif karena mudah mempertahankan bentuk tertentu. Tepung maizena juga membantu untuk menghilangkan uap air dari permen karena mengering. Sebagian besar permen proses pembuatan, termasuk pengecoran pati, terjadi di dalam mesin permen keputusan khusus yang disebut sebuah Mogul. Permen ini dibuat dan kemudian harus dibiarkan kering. Dengan demikian, setidaknya proses 24-jam dari awal sampai akhir proses produksi. Kadang-kadang, mungkin selama 48 jam, tergantung pada kelembaban dari batch permen dan kelembaban lingkungan dalam pabrik.

Sebuah stacker menempatkan nampan ke dalam Mogul melalui ban berjalan. Mogul menempatkan tepung maizena ke dalam nampan plastik. Tepung jagung ini diperlakukan khusus sehingga mematuhi itu sendiri dan kondusif untuk molding. Kemudian menyamaratakan, terbuat dari plastik, sikat dari atas baki dan tingkat dari tepung maizena yang telah ditempatkan dalam baki.

Baki plastik maju ke pewarna dalam Mogul ini. Di sini, beberapa ratus segitiga meninggalkan ratusan tayangan di tepung maizena dalam baki. Permen cair dibuat dalam tiga warna terpisah di tiga dapur permen terpisah dalam ceret besar di mana gula, sirup jagung, garam, madu, protein kedelai, agar-agar, dan rasa dipukuli bersama-sama dengan mixer. Bubur ini dimasak dengan suhu tertentu dan kemudian dikirimkan ke para deposan secara terpisah sehingga warna tidak sengaja dicampur.

Selanjutnya, Mogul telah siap untuk deposit permen cair ke setiap tayangan tepung maizena. Setiap kesan tepung maizena terpisah memiliki nozel ke permen cair yang dimuat dan disimpan. Jadi, jika ada 300 cetakan segitiga, ada 300 nozel di atas baki siap untuk menyemprotkan dalam bubur cair. Permen tersebut disimpan dalam tiga tahap. Pertama, nozzle menyuntikkan ujung putih ke ujung atas setiap segitiga. Kemudian, deposito pusat, atau garis oranye terhadap ujung putih. Akhirnya, deposan selesai dari jagung permen dengan garis kuning di ujung yang lebar.

Baki diisi permen jagung basah sekarang disampaikan ke akhir Mogul dan secara otomatis ditumpuk. Bila ada nampan cukup ditumpuk bersama-sama, mereka pindah dari Mogul dan dikirim ke “ruang kering” untuk mengatur.

Ini permen jagung basah harus memiliki kelembaban dihapus dari mereka untuk dipisahkan dengan mudah dari cetakan. Dengan demikian, nampan duduk di kamar kemarau antara 24-36 jam, tergantung pada batch permen dan cuaca atau kelembaban di sekitar pabrik. Semakin lama permen duduk dalam kamar, mereka menjadi lebih kering. Tingkat kelembaban diuji untuk memastikan permen jagung termasuk dalam jumlah yang tepat air.

Jagung permen, masih dalam nampan, disampaikan kembali ke Mogul tersebut. Mesin ini kemudian berubah baki sepenuhnya atas, membuang permen dan tepung maizena keluar dari nampan. Kemudian, permen dan tepung jagung yang terpisah dari satu sama lain. Permen ini dikirim ke titik pengolahan berikutnya. Namun, tepung jagung tersebut dipindahkan ke ayakan yang menghilangkan setiap bit jagung permen, kemudian dikirim ke drum pengeringan, yang menghilangkan kelembaban dari pati tersebut. Pati jagung diayak terakhir kalinya, kemudian dikirim kembali ke Mogul untuk digunakan dalam permen cetakan lainnya.

Jagung permen agak kusam yang tampak dan tak bergairah pada saat ini dan harus dipoles untuk memberikan polesan yang menarik. Jagung permen disampaikan kepada melubangi pembuluh globeshaped disebut polishing panci ke dalam glasir yang manisan itu (terbuat dari minyak dan lilin) ditambahkan. Permen tersebut kemudian dikirim ke drum bergulir besar. Sebagai drum berputar, potongan-potongan permen jagung lembut bergesekan satu sama lain, sehingga masing-masing bagian adalah dipoles karena terjatuh, seperti sebuah gelas rock.
Setelah permen dipoles dengan kilau terang, permen tersebut siap untuk kemasan. Tersebut akan dihapus dari aparat polishing dan dikirim ke mesin kemasan, yang secara otomatis menimbang permen, taruh dalam tas, segel setiap kantong, dan menaruh permen ke dalam kasus yang mungkin dikirimkan.

Quality Control

Setiap orang dalam suatu perusahaan permen bertanggung jawab untuk pengendalian kualitas. Ada, tentu saja, mata manusia dan tangan manusia yang terlihat pada produk setelah itu dibuang dari baki sebelum polishing dan membuang potongan cacat. Selanjutnya, mesin yang cermat dipertahankan karena jika satu bagian rusak, proses mekanik seluruh benar-benar diatur kembali. Para Mogul, sebuah mesin pati pengecoran besar dan kompleks, menerima hati-hati dan inspeksi.

Semua bahan diperiksa secara visual sebelum diterima untuk produksi, tetapi mereka juga diperiksa dengan menggunakan microtests oleh mikrobiologi dalam perusahaan. Mereka secara hati-hati diperiksa untuk kontaminan berbahaya dan bahaya kesehatan seperti E. coli, salmonella, dan Staph. Bubur permen cair juga diperiksa untuk beberapa properti. Warna dari masing-masing tiga takaran permen harus tepat karena batch yang tidak dari warna yang benar ditolak untuk menyimpan dalam cetakan jagung pati. Bubur ini juga diperiksa untuk kepadatan, berat, dan viskositas sehingga permen bergerak ke deposan dengan mudah, mudah disimpan, dan akan diatur dengan benar. Demikian pula, titik leleh gula dipantau. Akhirnya, kelembaban dari permen jagung pengeringan dimonitor secara seksama sehingga permen tersebut tidak terlalu keras maupun terlalu lunak.
Produk samping / Limbah

Hampir tidak ada bahan yang tidak terpakai atau bekas tersisa setelah produksi jagung permen. Paling signifikan, tepung jagung sudah benar-benar disaring secara terpisah dari produk, dikeringkan, dan diayak lagi sehingga dapat dengan cepat digunakan kembali. Umumnya, slurries permen apapun yang bukan dari warna yang benar dengan mudah diperbaiki. Permen jagung yang entah bagaimana cacat atau dianggap lebih rendah dapat dicairkan dan digunakan kembali. Tentu saja, setiap permen yang jatuh di lantai tidak pernah kembali.

Fruit Processing Equipment

Dalam pengolahan buah dan sayuran, haruslah dikenali terlebih dahulu jenis-jenis proses yang akan dilakukan, karena tidak semua proses buah dan sayuran adalah sama penanganannya.

kami membantu anda dalam memberikan solusi dan mensuply peralatan pada industri pengolahan buah dan sayuran. Dari persiapan pengolahan conveyor-conveyor untuk pengolahan buah dan sayuran dan juga conveyor untuk proses kemasan, jangkauan komprehensif dari teknologi yang tepat dibutuhkan agar kesegaran, rasa, tekstur, penampilan dan nilai gizi produk buah dan sayuran segar dan olahan tetap terjaga.